7 Kegiatan yang Dibatasi Saat PSBB Jawa Bali

Informasi kekinian, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akan diberlakukan pemerintah di Pulau Jawa - Bali mulai 11 hingga 25 Januari 2021.

Pemberlakuan pembatasan yang diterapkan  diatur lebih lanjut melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 01/2021 tanggal 6 Januari 2021 mengenai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Selanjutnya, gubernur menerbitkan Peraturan Gubernur ataupun di tingkat Kabupaten Kota mengeluarkan Peraturan Kepala Daerah.

Menteri Koodinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pembatasan tersebut dilakukan kepada sejumlah kabupaten kota maupun provinsi yang telah memenuhi kriteria yang ditetapkan pemerintah.

“Ini bukan pelarangan kegiatan tetapi ini adalah pembatasan. Kriteria yang ditetapkan adalah provinsi dan kabupaten/kota yang memenuhi dari salah satu kriteria,” ucap Airlangga Rabu (6/1/2021).

Menurut Airlangga penerapan pembatasan dilakukan di provinsi Jawa - Bali karena diseluruh provinsi tersebut memenuhi salah satu dari parameter yang ditetapkan.

Apa saja kriteria yang diberlakukan? Berikut empat kriteria pada suatu daerah untuk membatasi kegiatan masyarakat selama dua minggu:

  • Tingkat kematian akibat Covid-19 di atas rata-rata tingkat kematian nasional atau di atas 3 persen.
  • Tingkat kesembuhan di bawah rata-rata tingkat kesembuhan nasional atau di bawah 82 persen.
  • Tingkat kasus aktif di bawah rata-rata tingkat kasus aktif nasional yaitu sekitar 14 persen.
  • Tingkat keterisian rumah sakit di atas 70 persen.

Adapun empat kegiatan masyarakat yang dibatasi selama periode 11-25 Januari 2021, diantaranya adalah:

  • Tempat kerja/ perkantoran menerapkan Work from Home (WFH) 75% dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.
  • Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara daring.
  • Kegiatan esensial yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat tetap beroperasi 100%.
  • Pusat perbelanjaan buka hanya sampai pukul 19.00. Makan dan minum di tempat maksimal 25% dan diizinkan melakukan pemesanan melalui delivery.
  • Kegiatan konstruksi beroperasi 100% dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.
  • Tempat ibadah diizinkan untuk melakukan pembatasan kapasitas 50% dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.
  • Fasilitas umum dan kegiatan sosial budaya dihentikan sementara.