Ternyata Tepung Udang Bisa Tingkatkan Warna Ikan Cupang

foto : jcomp - freepik

Informasi kekinian, ikan cupang (betta splendens) adalah hasil budidaya dari Indonesia cukup terkenal di mancanegara, karena keragaman varian yang cukup banyak dan bernilai estetika tinggi. Di tengah pandemi ini, ikan cupang dengan harga yang beragam, kembali diminati masyarakat.

Ikan cupang mempunyai beragam jenis, bentuk dan warna. Selain dijual secara offline, ikan cupang kini tersedia di berbagai market place. Beragam harga yang ditawarkan, mulai dari harga termurah hingga jutaan rupiah.

Luar biasanya, pada 2020 ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan 6-10% total nilai ekspor perikanan disumbangkan melalui ekspor komoditas ikan hias.

Harga ikan cupang hias akan semakin mahal jika warnanya menarik dan memiliki bentuk sirip yang menawan. Sementara ikan cupang aduan harganya akan semakin tinggi jika memiliki bibir tebal dengan gigi yang runcing, dan bentuk tubuh kokoh dengan gerakan yang agresif serta sirip-siripnya mengembang penuh ketika melihat musuh.

Bagaimana dengan Pola Pakan Ikan Cupang?

Ikan cupang dianggap memiliki tingkat 'agonistic' (kemampuan menyerang lawan)
yang cukup tinggi. Setiap hitungan waktu yang singkat, kita dapat dengan mudah mengamati setiap perubahan gerakan yang terjadi.

Warna menjadi indikator keindahan pada ikan hias, semakin cerah warna ikan maka akan semakin menarik dan harga jualnya pun akan semakin tinggi. Namun selama pemeliharaan ikan hias, warna sering menjadi kusam, kualitas warna menurun sehingga ikan hias tidak menarik lagi.

Untuk itu perlu usaha mempertahankan dan meningkatkan kualitas warna ikan, salah satunya dengan memberi pakan yang mengandung sumber karotenoid. 

Dilansir dari laman resmi KKP, Dr. Eni Kusrini, salah satu peneliti di Balai Riset Budidaya Ikan Hias (BRBIH), pernah melakukan penelitian untuk 'feeding protocol' terhadap ikan cupang dan formulasi pakan buatan untuk meningkatkan pertumbuhan dan 'agonistic' nya.

Hasil penelitian tersebut diperoleh bahwa manajemen pakan pada ikan betta telah menghasilkan performa pertumbuhan dan perilaku 'agonistic' yang baik.

Penggunaan pelet pada ikan betta mulai dari usia 2 bulan (60 hari) dapat diaplikasikan pada ikan cupang.  Penggunaan pelet tidak mengubah performa pertumbuhan dan perilaku 'agonistic' pada ikan cupang, bahkan disinyalir lebih baik.

Bahan-bahan suplemen pakan untuk meningkatkan warna ikan cupang dapat diperoleh dari tepung udang atau pemberian daging udang yang dicincang halus dan dapat diberikan langsung kepada ikan cupang.